PENEGAKKAN HUKUM DI BONDOWOSO AMBURADUL

Surel Cetak PDF
 
Wartawan atas nama Suwarno dari Media Ijen Post dituduh melanggar UU ITE jo pasal 27 ayat (3), dengan ancaman enam tahun penjara serta pasal 310 tentang pencemaran nama baik dan 311 KUHP tentang fitnah.
Pengaduan itu dilakukan oleh Direktur CV salah satu kontraktor di daerah itu. Kasus Suwarno ini imbas dari pemberitaanya pada 13 Juli 2015 mengenai “LPJ Pembangunan TAMANSARI tanpa dokumen kegiatan” yang bersumber dari Banggar DPRD Bondowoso.
Meski dirinya mengaku tidak bersalah, Penyidik pada Polres Bondowoso menyatakan berkasnya telah rampung (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bondowoso. Lantaran, diancam dengan hukuman diatas 5 tahun, Suwarno akhirnya ditahan di Lapas Pemasyarakatan Bondowoso.
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bondowoso, Anggidigdo menyatakan, yang menjadi dasar melakukan penahanan terhadap tersangka, karena ancaman hukuman yang menjerat tersangka diatas lima tahun. “Ancaman hukuman tertinggi untuk ITE adalah enam tahun. Sesuai dengan pasal 21 ayat huruf a KUHAP kami berhak menahan yang bersangkutan,” katanya, sebagaimana dikutip RRI Jember. Kendati telah ditahan, Cak War panggilan akrab Suwarno tak gentar. Bahkan, dia akan memberikan 12 data dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang terjadi di Bondowoso kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Data itu disampaikan Cak War, melalui Satuan Tugas Pengawasan (Satgaswas-Red) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang akan meminta keterangan Suwarno terkait surat pengaduan Suwarno, dalam kapasitasnya sebagai Pimpinan Redaksi Ijen Post.
Pengakuan ini disampaikan Cak War kepada tim Investigasi Komunitas Jurnalist yang tergabung dalam PEKKAK (Pemburu Keadilan dan Kebenaran Anti Kriminalisasi Pers,red) yang membesuk Cak War di Lembaga Pemasyarakatan Bondowoso.
Dalam keterangannya Cak War menyampaikan bahwa apa yang akan disampaikan pada Satgaswas Kejati Jawa Timur nanti bukan sebagai ” ajang” balas dendam, tapi lebih dari itu untuk memperbaiki kinerja aparat penegak hukum khususnya di Bondowoso.
” Pengorbanan saya ini jangan sampai sia sia. Dan apa yang akan saya sampaikan dalam memberi keterangan pada Petugas Satgaswas Kejati Nanti, tidak lebih dan tidak kurang hanya berorientasi pada perbaikan kondisi Bondowoso yang saya anggap sudah sangat ” darurat” tingkat dugaan korupsinya.”,Ujar Cak War saat menemui Komunitas Journalis di Bondowoso.
Sementara itu, terkait kedatangan tim Satgaswas Kejati Jatim di Bondowoso, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Tri Sektiyanti, SH, MM belum dapat dimintai Konfirmasi.
” Kajari masih di Surabaya “, kata salah satu petugas Kejari Bondowoso.
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (10/2) wartawan mencoba menghubungi Kejaksaan, terkait hal itu masih belum dapat kepastian informasi. (son/delik)
You are here: Info Berita PENEGAKKAN HUKUM DI BONDOWOSO AMBURADUL