KERUGIAN NEGARA SEBESAR RP. 173 MILIAR PADA KASUS RS.SUMBER WARAS SEMAKIN TERANG

Surel Cetak PDF

Maraknya kasus Sumber Waras yang diduga melibatkan Ahok Gubernur DKI Jakarta, semakin menemui titik terang, pasalnya pada sidang praperadilan soal Sumber Waras di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016), terdapat temuan baru, dimana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam jawaban resminya menyatakan “ memang betul dalam kasus sumber waras terdapat kerugian negara sebesar Rp173 miliar”, ujar Afrizon Sekjend GNPK-RI Pusat pada saat memantau jalannya sidang.

Mendengar jawaban resmi BPK pada saat sidang praperadilan dengan jawaban "Memang betul dalam kasus sumber waras kerugian negaranya adalah Rp173 miliar”, menjadikan permasalahan sumber waras semakin terang, karena hasil keputusan sidang ini akan menjadi rujukan KPK dalam menentukan sikap, Kata Afrizon Sekjend GNPK-RI.

Jawaban BPK tersebut bisa membuat KPK menaikkan status kasus Sumber Waras dari tahap penyelidikan ketahap penyidikan. Hormatilah hasil kerja BPK, biarlah BPK berkoordinasi dengan KPK dalam mengurai kasus ini, sehingga menjadi terang benderang tanpa intervensi dari pihak manapun, kata Afrizon jelas.

Untuk sidang lanjutan Kamis (28/4/2016), akan mendengarkan penguatan dari saksi ahli Pegamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah perihal kasus Sumber Waras, terkait dengan keterangan saksi-saksi tentang kerugian negara sebesar Rp173 miliar itu dari mana, mari kita amati dan cermati bersama secara obyektif, jangan melihat dari kaca mata suka dan tidak suka, yang jelas semua berkas dari BPK secara sah sudah dikirimkan semuanya ke KPK, tinggal KPK berani apa tidak menyikapinya secara normatif, kan BPK lembaga negara bukan lembaga abal-abal, jadi hasil kerjanya sudah sepatutnya kita hormati bersama, Ujar Afrizon.

You are here: Info Berita KERUGIAN NEGARA SEBESAR RP. 173 MILIAR PADA KASUS RS.SUMBER WARAS SEMAKIN TERANG