AROMA KORUPSI BOT REVITALISASI PASAR BARU CIKARANG - BEKASI

Surel Cetak PDF

Ketua Umum FKP2B Cikarang, Yuli Sri Mulyati, mengatakan, prinsip para pedagang yang tergabung di FKP2B Cikarang hanya menginginkan pasar tradisional jangan di BOT kan, kalau dipaksakan berarti ada apa-apanya, tolong jangan dipaksakan, tegas Yuli.

“Sesuai Pasal 13 UUD 2014, pemeritah pusat dan pemerintah daerah bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional. Sementara Presiden memiliki program membangun 5.000 pasar tradisional, dan anggarannya sudah dipersiapkan secara bertahap,”  berdasarkan UU tersebut, kenapa Pemerintah Kabupaten Bekasi harus menggandeng investor PT Senjaya Rejeki Mas (SRM) dengan anggaran BOT mencapai Rp. 590 miliar, sementara Presiden Jokowi memiliki program yang lebih menyentuh hajat hidup rakyatnya.

“Nah itulah yang kami tuntut selama ini, aspirasi kami tidak pernah didengar, kok ada apartemen, plaza, kolam renang, superblock ? Kami tidak menolak revitalisasi, namun yang kita tolak adalah konsep penjajah karena investornya perusahaan bermasalah,” jelasnya.

Ia mencontohkan program revitalisasi pasar tradisional dengan BOT yang gagal antara lain Pasar Johar di Kabupaten Karawang, Pasar Bambu Kuning di Bandar Lampung, Pasar Cinde di Palembang dan Pasar Baros di Serang.

“Apakah Pasar Cikarang akan menyusul seperti mereka? Kita melakukan penolakan agar pasar baru cikarang tidak sama seperti mereka,” tegas wanita itu.

“Kasian pedagang ini, berjualan 30 tahun, 40 tahun, kalau BOT diberlakukan maka besok mereka tidak bisa berjualan lagi karena mereka tidak bisa nebus tokonya, mau ke mana kita? dagang di pasar malam?, Sedangkan para pedagang yang tergabung di FKP2B Cikarang mayoritas merupakan pemilik toko, bukan pedagang kaki lima.

Sementara dikantornya Bandung, Ketua GNPK-RI Jawa Barat Nana S Hadiwinata menegaskan bahwa proyek BOT Pasar Baru Cikarang beraroma korupsi, Bupati Bekasi terlalu memaksakan diri, harusnya Bupati berpihak pada rakyatnya, bukan pada pengusaha yang gagal membangun pasar dimana-mana, untuk kasus di cikarang ini sudah saya laporkan kepada Ketua Umum H.M.Basri Budi Utomo, setelah mempelajari berkasnya beliau sangat merespon dan akan melakukan upaya-upaya agar aroma korupsi proyek BOT Pasar Baru Cikarang ini dapat dicegah sebelum terjadi, kasihan para pedagang yang sudah puluhan tahun bergelut dan bersandar hidup didalam pasar tradisional, sementara usaha yang sudah puluhan tahun dirintisnya rusak dan hancur hanya karena ambisius seorang Bupati yang tidak punya hati nurani, terlalu serakah dan sewenang-wenang, harusnya Bupati Bekasi mata hatinya dibuka dan mau mendengarkan jerit tangis para pedagang yang saat ini hidupnya was-was gara-gara sandaran hidupnya mau digulung habis sama investor abal-abal, pemimpin macam apa ini, kita lihat saja nanti, kalau memang aroma korupsi itu jelas dan ada buktinya, kita buru habis pemimpin semacam itu. tandas Basri kesal.

You are here: Info Berita AROMA KORUPSI BOT REVITALISASI PASAR BARU CIKARANG - BEKASI